Diproteksi: Satiena…Pertanyaan Tentang Cinta….

Posted On Maret 9, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped leave a response

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Satiena….Tertawa Besama Kehidupan….

Posted On Maret 8, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped 5 responses

0zcecaqbv

Pelajaran tentang kehidupan , yang aku dapatkan dari ibuku adalah bagaimana menertawakan kehidupan..
Sesulit atau sesusah apapun masalah yang dihadapi , suatu saat akan bisa kita ceritakan kembali sambil tersenyum bahkan tertawa…”Don’t Worry ‘ dear ! semua pasti akan berlalu….” Begitu selalu kata ibu..

Selama perjalanan waktu , keyakinan itu menjadi penghiburku menghadapi berbagai persoalan kehidupan yang tak selalu sesuai dengan yang aku pikirkan . Membantuku melewati berbagai badai , beberapa moment kehilangan , tragedi patah hati, krisis demi krisis…ataupun berbagai persoalan sepele yang membuat marah dan kesal , dengan hati yang tetap tersenyum…(Eh, kalau bisa!)
Yang jelas ibuku memang benar, segalanya memang cepat berlalu…

Karena itulah , kalau aku tahu pada akhirnya aku akan tertawa ….rasanya tidak ada yang tidak sanggup aku lewati ya ! Yang perlu aku lakukan hanyalah…menunggu badai berlalu, menarik nafas panjang dan bersiap-siap tersenyum kembali…

Bagi yang sedang tenggelam,
Gerakan apapun selain gerakan tenggelam
Adalah pilihan yang lebih baik
Maka, ingatlah
Bukan lautan dan dalam yang dibutuhkan
untuk menenggelamkan kita.
Tetapi
Hanya segelas air,
yang dengan tidak bijak kita ijinkan masuk
ke pernapasan kita.
Karena itu ketahuilah
Mereka yang bisa bergaul ramah dengan lautan,
akan selalu menemukan cara
untuk bernapas dengan leluasa,
di dalam goncangan ombak.

Dan kita , yang menemukan cara….
untuk bersikap ramah dan tersenyum Kepada kehidupan,
akan selalu menemukan cara
untuk menjadi berbahagia:)

- MTgw – Drowning in a glass of water –

Chita….Renungan di Bawah Hujan….

Posted On Maret 7, 2009

Disimpan dalam Tentang chita....

Comments Dropped one response

69e1feabd9994ad6

Aku sangat menyukai anak-anak , kehadiran mereka selalu membuat hatiku penuh…
Kata-kata mereka penuh kejutan…. kepolosan mereka memberi banyak inspirasi….tatapan mereka bagai pendar kejora…it’s amazing! Semua itu tidak dapat dijelaskan…

Aku selalu senang melihat mereka berkejaran, menggapai apapun yang bisa mereka gapai…meniru berbagai hal dengan pemahaman mereka yang belum utuh…selalu lucu, selalu seru…
Sejak dulu aku senang tertawa2 bersama mereka , tak pernah bosan –bosannya , andai ada waktu bermain2 atau berkeliling 2 dengan sepasukan donal bebek berwajah ceria…bermata cinta!

Tapi ada yang mengganggu pikiranku,
Dari semua anak-anak yang pernah ada dalam asuhanku , sulit bagiku untuk mengingat-ingat bagaimana mereka pernah menangis….Rasanya tidak ada…
Tapi mengapa, anakku sendiri kerap menangis karena aku ??

Aku marah bila dia mengacak-acak kamarnya , marah bila dia jajan sembarang tempat, marah bila dia menulisi lantai ,marah bila dia mencoret-coret wajahnya dengan kosmetik…marah bila ini , marah bila itu…
Dan aku juga marah bila dia bermain-main hujan…

“Mah , boleh ya main mandi hujan ?” Tanyanya disuatu siang yang gelap di peluk hujan.
Matanya tak putus-putus memandang teman-temannya yang euforia , berteriak-teriak gembira di bawah hujan yang menggoda.
Mmmh…aku ingin menggeleng dan siap-siap menceramahi dia dengan berbagai resiko mandi hujan..namun tiba-tiba pikiranku melayang pada berbagai kegembiraanku di masa kecil…
Ahai! Aku tahu !…itulah perbedaan pengasuhanku terhadapnya dan terhadap anak2 lain…

Kemana aku sebelum ini…?
Hanya karena aku ibunya ! Aku merasa berhak menuntut segala kebaikan yang bisa aku pikirkan…aku memaksa ia mengerti harapan2 besar ku , sebaik apa yang aku mengerti…sejelas apa yang telah aku baca..
Aku tidak hadir sebagai teman yang datang hanya karena senangnya bermain – main , tidak hadir sebagai sahabat yang percaya bahwa dia akan tumbuh dewasa bila saatnya memang sudah tiba….

Hari itulah ,
untuk pertamakali aku membiarkannya bebas menyongsong panggilan hujan, dalam hati aku berjanji akan lebih bebas membiarkannya menyongsong banyak hal lain . Dia melesat bagai anak panah, berlari menyambut kegembiraan masa kecilnya yang berharga .Meninggalkan aku yang yang hanya berdiri tersenyum , membayangkan indahnya binar-binar mata cerianya yang tertinggal….

“ I Love u Chita…
Jadikan ibumu sahabat.”

Salikha….Esensi Cinta….

Posted On Maret 6, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped one response

1590896185_aa2316eeb7_s1

Blog ini penuh dengan cinta, seperti juga hidupku…
Itu adalah pencarianku seumur hidup . Aku bertemu dengannya, kehilangan , bertemu kembali , dan mungkin akan kehilangan lagi…
Tapi itu , hanyalah perjalanan saja….. Pada dasarnya, bila aku telah menaruh cinta dalam hatiku – aku tidak akan pernah kehilangan dalam arti sesungguhnya….
Karena bagiku, cinta adalah milikku selama aku ada…..

Kadangkala aku takut dengan perasaanku , absurd, tidak dapat aku pahami….karena itulah aku selalu mencoba mengerti arti cinta.
Semua itu bagiku bukan lagi berwujud asmara , yang ada tinggallah kepasrahan untuk tidak saling memiliki , untuk tidak bertemu , untuk tidak saling menaruh banyak pengharapan pada hati masing-masing.
Tapi semua itu membuat aku terus melihat dia dalam pikiran , selalu meniupkan rindu yang telah menyatu dengan nafasku ,dan selalu berharap semoga ia selalu baik – baik saja…dimanapun ia berada….sampai kapanpun ia ada…

Seperti juga yang lain, perasaanku ini juga akan tumbuh mengikuti waktu…entah akan semakin besar, atau sebesar ini saja.Cukuplah aku mengetahui dia tertarik dengan hidupku , membuat aku ingin selalu melahirkan banyak kata-kata dari dalam hatiku.
Anggaplah, itu sebagai pelampiasan hasratku untuk menyentuhnya, nafsuku untuk dipeluknya – tapi karena tak bisa – biarlah hatiku saja yang aku kirimkan…

Jadi, apakah esensi cinta bagiku?..
Dalam hal ini, itu berarti berjuta kata yang bisa berarti berjuta makna . Tapi yang pasti , aku tahu aku tidak mungkin mencintai tanpa memberi….dan aku tak mungkin memberi apa yang tak aku miliki .
Karenanya , aku selalu berusaha dan berharap memiliki hati yang penuh kasih sayang ….agar tak habis-habis andai kubagi dengannya….walau sampai kapan…..

Blog ini, mungkin lahir karena aku mencintainya…tapi andai dia membaca, dan andai ada setitik saja rasa itu untukku , aku akan katakan :” jangan ya, jangan katakan cinta….”
Itu terlalu tinggi untukku , because aku tak sanggup melihat diriku dimasa lalu dan menyadari bahwa aku mungkin terlambat…..itu terlalu indah untukku, because aku tak sanggup memaafkan diriku yang dulu tak pernah mengatakannya.

Selain itu, banyak hati yang pasti menanti…menunggu….untuk menjadi satu-satunya dalam hatinya…
Segalanya pasti lebih baik.!
Dan aku, biarlah aku disini mengenang dia tetap seperti dulu….Selama ini dialah impianku, dan mungkin selamanya dia menjadi impian saja…

Tak ada yang salah dengan cinta,
Hanya kita yang tak mampu memahaminya….

Satiena….Setia Menanti Bersamaku…

Posted On Maret 6, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped leave a response

7377720061

Entah sampai kapan aku sanggup menunggu , entah sampai kapan ia sanggup menggenggam tanganku….
Duduk sambil memandang bintang-bintang , berkhayal tentang anak-anak yang berlarian mengelilingi kami..
“Aku ingin sepuluh…Lima laki-laki dan lima perempuan “ katanya…
“Ya , lima mata besar sepertimu…dan lima mata sipit seperti aku “ Jawabku…
Ha hahaa… kami tertawa , tapi aku merasa ingin menangis…

Aku sadar, semakin hari aku semakin terkejar usia . Setiap tahun yang lewat , mungkin aku harus menghapus satu anak dari impianku . Dari sepuluh menjadi sembilan…lalu delapan…dan entah nanti berapa lagi kesempatanku yang tersisa…
Andai, hal itu semudah yang kami bayangkan dulu…Andai, andai….

Dia menatapku , dia tahu benar apa yang aku rasakan…
“ Sudahlah, kita masih punya kesempatan untuk mencoba bayi tabung khan?” Hiburnya…
“Kita masih bisa pesan tiga kali kembar tiga , jadi sembilan…” Usulnya…
“Dengan Syifa, genap sepuluh …pas dengan rencana kita dulu…” Hayalnya…

Aku diam, belum sanggup tersenyum…dia memandangku sungguh-sungguh…
“Sudahlah, jangan khawatir…kita bisa melewati ini “ katanya memegang tanganku…
“Kalaupun tak ada yang sembilan , kamu dan syifa bagiku sudah cukup…tak perlu memikirkan yang lain”

Barulah, pelahan-lahan senyumku mengembang…
Bukan karena dalam hitungan aku masih punya banyak kesempatan…bukan juga karena seharusnya memang tak ada yang tak mungkin !…
Aku tersenyum, karena seharusnya aku bersyukur memiliki kesempatan untuk melihat suamiku dari sisi yang sulit ini. Bukankah tak setiap orang bisa merasakan kondisi yang kami hadapi….dan tak setiap orang yang merasakan, bisa melewatinya dengan perasaan yang baik-baik saja…
Aku beruntung , ada dia yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah menanti bersama aku , tidak pernah tidak bahagia asalkan aku ada…
Aku bersyukur, karena dalam ujian ini aku masih bersama-sama dia…semoga saja dia selalu setia menanti, meski sampai nanti…

Banyak hal baik yang bisa kupelajari dalam keadaan tenang…
Namun adapula yang memerlukan sedikit badai …
Agar aku paham , bahwa dalam kehidupan…
Meski aku tak mungkin mengatur angin..
Namun aku bisa mengatur layar…

Salikha….Tak ada Sunset di Bali….

Posted On Maret 1, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped 2 responses

639882901

 

 

Jauh sebelum aku menginjakkan kaki di Bali. Aku percaya Bali itu sangat indah….

Hingga suatu saat aku berkhayal andaikan aku berada disana bersama pangeran yang aku cintai..

Impian yang paling indah yang pernah aku punya diusiaku yang belia…waktu itu…

 

Meski , aku tak tahu bagaimana aku sanggup menyapa dia…bagaimana aku bisa meredakan cepatnya degup jantung apabila bertemu…Tapi  biarlah! Aku tak berharap lebih banyak daripada sekedar melihat senyumnya dengan latar belakang sunset yang indah di Bali….ataupun kalau itu terlalu muluk, biarlah hanya melihat wajahnya saja , walau tanpa senyum , dengan latar belakang sunset yang pasti tidak akan berkurang juga indahnya….

 

Selama masa itulah, aku menunggu saatnya tiba dengan hati yang bahagia. Setiap orang aku taburi dengan senyumanku yang terbaik. Aku bagaikan mawar tersiram embun , bagaikan merpati cantik yang mencoba terbang tinggi…mungkin juga , bagaikan cindrelela sebelum jam dua belas malam. Aih! Yang jelas aku memang akan bertemu dengan pangeran…

 

Tapi ternyata, pangeranku tidak pernah datang….

Entah kemana dia ?!…apakah dia hilang ditelan awan-awan mendung hari itu…

Apakah dia tidak tahu, aku menantinya disini …atau mungkin dia tahu , tapi tidak ingin bertemu??..

Entahlah…

 

Hingga aku ingin waktu saat itu berhenti.Keretaku bergerak , tapi aku melihat jiwaku pias tertinggal ditepi jalan…sibuk menggapai-gapai kebahagiannya yang menguap keudara. Aku tak yakin lagi apakah kereta itu memang membawa aku keBali , atau kemana saja…aku tak perduli…Aku menunggu-nunggu dengan harapan ganjil , andaikan dia sedang mengejar dengan kereta yang lain….tapi itu tak pernah terjadi….tak mungkin   terjadi….

 

Hari itu , aku berangkat sendiri….rasanya benar-benar sendiri,bahkan tanpa jiwaku…

Begitu banyak wajah-wajah tersenyum disekelilingku , tapi senyum pangeran yang kunanti ternyata hanya ada dibuku cerita saja…Aku menangisi hatiku yang patah,….aku membenci diriku yang terus saja mencintai dan mengharapkan dia yang tak pernah hadir untukku…

 

Ternyata, aku telah tertipu cerita-cerita indah tentang pulau Bali…

Tak ada apa-apa yang indah disana….hanya pantai yang sedih, hanya laut yang sepi…

Hanya sunset yang tak berwarna apapun…itu juga tak jelas lagi bentuknya.Segalanya  terlihat sendu dan kabur…terhalang oleh derai airmataku yang jatuh, karena pedihnya patah hati !!

 

 

Aku mengalami semua yang harus kualami,

 agar aku menjadi pribadi yang matang…

Mengalami cinta yang sarat…

Melewati pedih yang larat…

Hanya demi  memahami…berharganya masa lalu, untuk mengajariku lebih kuat dimasa depan…

 
 
 
 

 

Salikha….Senyuman Merah Jambu….

Posted On Februari 28, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped leave a response

 

 Setiap kali kotak pesan terbuka , aku selalu berharap melihat wajahnya yang tersenyum padaku . Seolah-olah senyumnya itu hanya untukku ya !… Sungguh betapa smart dan gantengnya dia…

 

Meski hidupku dan hidupnya berada dalam lingkaran yang berbeda , tapi benang merah hatiku masih tersambung dengannya diujung yang lain . Sebagai teman , sebagai sahabat, sebagai apapun…..yang jelas dia selalu hadir didalam hatiku. Tak bisa kupungkiri dia adalah bagian dari takdirku , bagian dari merah biru hatiku , pahit manis perasaanku…

 

Karena itulah seringkali…

Dengan sedikit tidak sopan aku merindukan dirinya…

Dengan sedikit tidak setia aku memimpikan pelukannya…

Dengan sedikit tidak rasional aku berharap ada didalam hatinya…

 

Dengan segunung rasa gembira  aku membaca pesannya…

“Kamu makin cantik aja..” Tulisnya…

 

Wew!! Dinx…Ding…

Tiba-tiba , monitor didepanku perlahan-lahan menghilang , ruang kerjaku yang penuh dengan timbunan angka2 segala biaya ikut lenyap berganti dataran penuh bunga yang cantik . Angin gunung yang sejuk bertiup….suara kran air terdengar bagai gemericik air sungai…kupu-kupu berbagai warna entah dari mana ikut meramaikan hatiku…

Tiba-tiba saja dia berada tepat dihadapanku….aku dapat melihat dengan jelas kedua mata telaganya lagi….ia tersenyum, menatapku tanpa permisi . Sebuah suara yang aku kenal mengulang setiap kata dalam pesannya….

 

Aku tersipu-sipu,…tertegun sendiri ,tersenyum sendiri dengan senyumku yang paling manis.

 Wajah dan hatiku merona dengan warna yang mungkin tak lagi cocok untuk seorang ibu-ibu….terlalu remaja dan melankoli…

Merah jambu…Ya!……mungkin  memang warna itu  : M-e-r-a-h   j-a-m-b-u…

 

WHOAA !!…Ngehayal.Com…

 

Siapapun yang kita sahabati dengan penuh kecintaan..

Kehadirannya akan membuat indah  hidup kita “

Mario Teguh – The power of Love

Satiena……Ruang Sunyi……

Posted On Februari 27, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped one response

 

Aku harus membiasakan diri dengan ruang ini. Ruang yang hanya ada aku dan sunyi….

Saat segala kesibukan surut , saat segala tawa dan canda  menghilang…….saat malam bergerak menjadi dini hari…

Aku tetap akan sendiri, membiasakan hati dengan sunyi….

 

Itulah, hari-hariku tanpa suami. Kami akan berpisah dalam  waktu yang panjang……tiga bulan?…enam bulan ?…..semoga tidak lebih lama dari itu……

Ada impian yang harus ia kejar , ada pengorbanan yang harus aku jalani……ada harapan baik yang membuat kami sanggup bertahan dengan segala macam kesusahan……

Apalagi hanya sunyi……….itu tak ada artinya……….

 

Hanya saja, segala sesuatunya pasti berbeda tanpa dia….

Aku sedih , melihat meja kerjanya yang kosong…. aku kesepian  berkutat diruang itu tanpa dia…..

Tak ada seseorang yang menunggu-nunggu aku pada hari-hari yang sibuk.  Tak ada temanku berdebat , mengeluh , menangis…..andaikan hari-hari esok tak semudah apa yang aku rencanakan.

In this time , I’am trying to   sleep alone… , semoga aku tak merasa kehilangan setengah kekuatanku tanpa dia ….apakah aku bisa menyelesaikan berbagai hal sebaik yang dia lakukan? Apakah dia bisa mengandalkan aku …..

Dan apakah dia disana bisa hidup tanpa aku ………

 

Tapi….

May be semuanya akan berproses lebih cepat dari yang aku bayangkan , mungkin segala kesibukan yang datang silih berganti akan mampu meredam perasaan sentimentil yang menghambat langkahku….

Mungkin…..tapi aku tak yakin…..

ruang sunyi ini hanya akan ada sementara saja….

Beberapa hari saja ! lalu akan reda dengan sendiri  tertelan semangat kami yang menyala – nyala….

Tenggelam dalam  obsesi  meraih  segala  impian-impian……segala harapan-harapan kami yang indah itu…

 

 

Sebesar apapun impianku…

Setinggi apapun daratan bisa  ku capai diakhir perjalanan..

Bukanlah ukuran sebuah keberhasilan…

 

Keberhasilan bagiku adalah…

Pelajaran yang aku dapatkan..

Kekuatan yang aku raih..

Kualitas yang berhasil aku jaga…

 

Keberhasilan bagiku hanyalah…

Setiap langkah maju kakiku…dalam perjalanan itu sendiri….

 

 

Chita…. Lahir Dari Hatiku……

Posted On Februari 26, 2009

Disimpan dalam Tentang chita....

Comments Dropped leave a response

 

Tak ada kata  yang bisa aku ucapkan, bila  memandang wajah anakku. Sungguh beruntungnya aku. Banyak orang berkata dia mirip denganku , cantiknya….senyumnya……lagaknya….tentu saja karena aku ibunya.

 

Aku ingat……

saat pertama dia hadir dalam kehidupanku, pada hari itu  aku  dilahirkan sebagai seorang ibu .

Disudut ruang aku gemetar mendekap dia dalam pelukan , mataku basah oleh air mata takjub dan  sukacita. Sungguh, betapa lama aku menunggu kehadirannya dalam hidup ini. Tiga tahun !.Betapa lamanya….betapa keringnya jiwa  tanpa dia sebelum itu……

 

Yah ! , aku telah merasakan, betapa ajaibnya mencintai  sebuah ‘kehidupan’  yang tumbuh didalam diri. Aku juga telah merasakan betapa pedihnya kehilangan ‘kehidupan’  itu , bahkan disaat  wajahnya pun  belum pernah aku lihat…..

Aku  tahu dengan tepat, betapa tak ada apa-apanya  rasa sakit pada raga …..dibandingkan sakit yang ada di dalam hati saat sesuatu yang aku nanti-nanti itu pergi……dan  sulit untuk kembali……

 

Saat itulah, aku yakin suatu saat aku akan menamai anakku dengan ‘Syifa”, …..karena hanya kehadirannya yang mampu mengobati penantianku  yang seolah tak bertepi. Dialah yang akan menjadi pengobat kerinduanku sebagai seorang ibu……setidaknya betapa bahagianya dipanggil  ibu….

 

Meski akan tiba saatnya dia menanyakan satu hal :

“Ibu , apakah kau ibu asliku?”

 “ Sayang, lihatlah tangan ibu, apakah terasa asli bagimu?”

………………”Itu berarti, aku adalah ibu aslimu dan cinta ibu benar2 nyata……hanya saja ada wanita lain yang membiarkanmu tumbuh didalam perutnya, dan dia juga nyata ….”

 

Bagaimana kedengarannya??  Apakah kejadiannya nanti  akan semudah itu?!…….Aku tak tahu……semoga saja kelak , aku bisa menjawabnya  dengan baik…….

 

Aku hanya bisa berharap, andai saat itu tiba dia telah memiliki banyak hal indah  yang bisa dikenangnya tentang aku,……kalaupun tidak sebagai ibu, semoga  baginya aku adalah sahabat baik……….hingga tak sulit membuat dia mengerti, bahwa dia selalu ada didalam pikiranku  , aku menyayangi dia dengan seluruh sayang ibu yang aku bisa berikan………mencintainya dengan seluruh cinta ibu yang aku miliki …..

 

Semoga nanti ia mengerti………meskipun takdirnya  tak lahir dari dalam diriku, tapi bagiku dia sungguh lahir dari hatiku……..

 

 

Adakah kau sadari bunda,

Saat kau sebarkan benih-benih dirimu,

Saat kau rawat napas kehidupanku,

Saat kau amati aku bertumbuh,

Didalam mimpi-mimpimu tentangku….

Saat kau tak sabar menanti kehadiranku…

 

Adakah kau sadari……

 bahwa barangkali,

Engkaulah yang kupilih menjadi bundaku…

Dan akulah yang telah  memilih hidup bersamamu….

 

(puisi by: Coolen M Story)

 

 

 

Salikha….Sekuntum Bunga kenangan….

Posted On Februari 25, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped leave a response

 

Sampai hari ini aku masih menyimpan sekuntum bunga , yang aku dapat dari seseorang didepan kelasku berpuluh-puluh tahun silam…….
Bagiku bunga itu adalah bunga abadi , seperti abadinya ingatanku tentang dia….

Meski kini yang tersisa dari bunga itu hanya tangkai-tangkainya yang kering , daun-daun dan bunganya yg gugur menandakan lamanya waktu telah berlalu….. tapi sampai hari ini aku masih bisa melihat hijaunya daun dan cantiknya warna ungu pada bunga-bunganya yang kecil…
Aku masih bisa melihat, senyum anak lelaki yang memetikkannya untukku…..aku masih bisa mendengar sorai teman2 yang kemudian menjodoh2kan aku dengan dia….
Hai !! Sungguh beraninya dia memberikan bunga itu untukku , apakah dia tidak tahu betapa malunya aku…..waktu itu…..

Tapi, bagiku itulah bunga terindah yang pernah aku dapatkan….

Diam-diam aku menyimpannya didalam kotak kenang-kenangan dan juga didalam hatiku ….tak pernah aku buang, dan tak mungkin aku tukar dengan bunga-bunga indah yang lain. Karena bunga itu adalah jejak bahwa hari- hari indah bersama dia memang pernah ada…..aku tak mungkin melupakannya….

Walaupun hari-hari indah itu hanya sesaat saja. Walau selama berlalunya waktu , kenang2an itu lebih banyak kupandangi dengan hati yang sedih…walau ia pergi, walau ia meninggalkanku…walau kemudian ia tak mau menyapaku lagi….
Tapi, bagiku bunga kenanganku itu tetaplah saksi bahwa pada suatu ketika ; ….meski hanya dimasa lalu….aku pasti pernah punya arti baginya….

 

Tak perlu kata…
Biarlah hanya
bunga
Tak perlu ada…
Biarlah hanya
bunga
Cukuplah untuk aku pahami….artiku bagimu…

Salikha….Atas Nama Sayang….

Posted On Februari 15, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped leave a response

 

 

Inilah perasaanku yang paling aneh. Entah harus aku namai apa?…seakan kontradiksi, antara rasa bahagia dan sedih…antara rasa kehilangan sekaligus rasa menemukan apa yang aku harapkan…sungguh aku harapkan !

 

Akan aku mulai dengan harapanku untuk dia, andai dia bisa mendengar….

Aku  ingin seseorang hadir dalam kehidupannya , menyamai langkah kakinya,menyemangati mimpi-mimpinya, mewarnai hari-harinya dengan warna pelangi…. ada disaat ia bahagia ataupun sedih,merawat saat ia sakit, menemani ia saat sendiri…

Aku ingin seseorang itu ada, sesejuk angin pegunungan, seindah lukisan bunga mawar…hangat seperti matahari, damai seolah bintang-bintang, inspiratif seunik kupu-kupu, cantik seperti…..aku .(hehee..he).

 

Aku akan bahagia untuk dia, bersorak andaikan ia datang dan mengenalkan seseorang itu padaku…merasa lega ia memiliki teman berbagi. Merasa tenang karena ia tak sendiri . Aku ingin membayangkan kerlip bangga dan bahagia bersinar didalam mata telaganya, untuk seorang wanita penuh cinta yang ia kagumi dan sayangi….

 

Aku tidak akan cemburu….tidak mungkin benci…..

Meski kuakui ada sedikit sedih menyisi kedalam hatiku.Datang seperti gerimis kecil, yang ada namun bisa diabaikan….tak perlu ia pikirkan.

Sedih yang ada karena menyadari ruang yang tak bisa ku jejak , batas yang tak bisa kulampaui….langkah kakiku yang tak bisa kembali…

Hanya itu!!….karena atas nama sayang….atas nama cintaku yang tak berbentuk….aku selalu berharap ia menemukan pelabuhan hati dan cintanya yang sejati.

 

Cukuplah aku disini….

Mencintai tanpa memiliki…

Menyayangi…

Tanpa mengharap kembali.

Salikha….Segunung Benci untuk Dia….

Posted On Februari 13, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped leave a response

 

Apakah dia tidak pernah bertanya , mengapa dulu aku tidak berusaha saja mencari dirinya ? Padahal aku menyimpan telponnya, yang bisa aku hubungi kapanpun aku ingin…..hingga  saat menikah aku bisa mencari dirinya dengan mudah, tapi mengapa aku membiarkan diriku menghubunginya hanya pada saat seperti itu…?

 

Mungkin itu  semua karena, didalam hatiku yang sarat dengan segala  rasa….juga tersimpan  segunung benci untuk dia…..rasa benci yang rasanya sakit sekali sehingga bertahun-tahun membuat aku menangis dimalam-malam yang sepi…….rasa benci yang membuat aku berusaha melupakan dia…..rasa benci yang tak pernah bisa aku katakan !.Rasa benci yang membuat aku mengambil kesimpulan , bahwa dia mungkin sama bencinya dengan aku….

 

Dan tahukah ia, apa yang dulu selalu membuat aku membenci dia ?…..ingatanku akan saat-saat pertama kali ia membuang muka, justru disaat-saat pertama kali aku menyadari betapa indah tatapan matanya itu. Dia yang memberi , namun dia juga yang merengut semua itu kembali…..teganya,teganya…..

Aku tidak menyangka, betapa kuat pendiriannya untuk tidak lagi menyapa diriku……apapun yang aku miliki untuk dia, sayang, cinta , rindu, dan benci sekalipun…tak sanggup membuat semua itu  kembali……

 

Namun, sebesar apapun  rasa benci itu…..setinggi gunung, seluas samudra……semuanya  meleleh hanya dengan satu kata saja  “Maafkan, aku ya….” tulisnya dalam sebuah surat. “Those days were such a pain in your heart, but I promise try to cure those pains until you can be better in your future days J

Maka bagaikan menunggu satu kata dalam seribu tahun , aku memblok kata itu dengan warna yang berbeda .Melintas-lintas  segala kenangan yang membuat aku pantas membenci. Air mataku berderai-derai , untuk terakhir kali aku menangisi segunung rasa sakit  yang aku miliki ……..hingga akhirnya yang tersisa untuk dia hanya rasa sayang dan cinta….

 

Membenci…

Ataupun mencintai…

Itu hanyalah berarti sungguh besar arti dia bagiku…

 

Satiena…. Malam Jum’at Kliwon…

Posted On Februari 13, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped leave a response

 

Sejak lima tahun yang lalu , aku selalu menanti – nanti dengan serius  malam Jum’at Kliwon. Kalenderku penuh dengan bulatan-bulatan terang, disetiap tanggal bertitel Kliwon . Bulatan-bulatan itu ditambah dengan garis tersenyum , pertanda hari –hari itu aku yakin akan menjadi hari yang cerah…penuh dengan senyum dan harapan baik…

 

Aku akan merencanakan berbagai hal dengan baik untuk menyambut hari-hari yang tersenyum itu.Mendata berbagai keperluan tak terduga dalam melewatinya. Mewanti-wanti kepada setiap karyawanku untuk tidak absen , tidak telat, dan kadangkala memberi vitamin agar mereka  lebih kuat….

He hee…begitu berartinya hari jum’at kliwon itu ya ? andai bisa ada setiap hari , aku setuju sekali….

 

Jum’at Kliwon, bukan berarti hari klenik bagiku….bukan juga karena aku selalu menunggu-nunggu film horror yang seru di televisi . Tapi Jum’at Kliwon menjadi berarti karena aku hidup di Indonesia yang penuh dengan perhitungan hari baik . Pernikahan selalu menanti hari baik , pindahan rumah mesti hari baik ,pengajianpun kadangkala menunggu hari baik……..nah, hari baik bagi banyak orang2 itu , sudah kubuktikan selalu banyak  berhubungan dengan kliwon.

 

Sudah tentu, dengan begitu secara otomatis hari kliwon menjadi hari yang baik juga untukku….!

 

Karena, disetiap hari kliwon, omset penjualan kue-kue yang merupakan salah satu bidang usahaku akan naik dua tiga kali lipat. Produksinya harus aku naikkan untuk mengejar pasar yang kewalahan diserbu berbagai kegiatan yang berhubungan dengan acara-acara di hari kliwon yang  baik ini.

Dan tentu saja pendapatanku tidak akan sama dengan hari-hari biasa , akan  naik dengan istimewa….akan berlipat ganda ,sehingga cukup untuk membuat garis tersenyum pula pada wajahku…… (Hahaa..ujung-ujungnya duit  nih!!)

 

 

 

Salikha….Lelaki yang Berbeda…

Posted On Februari 12, 2009

Disimpan dalam Tentang Salikha....

Comments Dropped leave a response

 

Aku menyimpan semua hal tentang” dia “, foto2, surat, pesan2 ditempat yang istimewa , seperti istimewanya dia didalam hatiku. Seringkali bila ingat dia  , aku akan membuka-buka semuanya lagi….mengingat-ngingat masa lalu….dan mereka-reka masa depan….apa yang sedang ia lakukan saat ini ?.

 

Dulu, sebelum aku menikah aku selalu membawa fotonya ke kota  manapun aku tinggal. Foto2nya saat kecil , lebih imut-imut dari pada yang pertama kali aku kenal. Aku terus mereka- reka wajahnya yang terakhir , semakin lama semakin kabur…dan akhirnya sama sekali tak mampu aku lukiskan….Setiap kali aku pulang kekota asalku dimana kami besar bersama-sama  , disetiap tempat aku senantiasa berharap bertemu dengan dia. Tapi aku tak yakin , apakah aku   bisa mengenali dia , dan apakah dia masih bisa mengenali aku ?

 

Saat pertama kali aku melihat wajahnya lagi, kami bertemu dilayar komputerku yang berwarna-warni…entah mengapa, aku merasa aku tidak melihat wajah yang asing…

Wajahnya sangat dekat dengan kehidupanku ,wajahnya seakan-akan setiap hari….bahkan ditahun-tahun tanpa dia, setiap hari telah aku lihat….

Aku pikir, mungkin karena dia selalu selalu hadir dalam mimpi-mimpiku….mungkin secara insting aku telah melukis wajahnya dengan tepat dari ingatan2ku bersama dia dahulu, dan foto2 kecilnya yang selalu menyertai aku itu….

Entahlah…mungkin karena dia memang tidak pernah pergi…..

 

Tapi ada satu hal yang mengusik pikiranku, aku tak berani mengatakan bahwa aku telah menemukan lagi  sebuah jawaban untuk pertanyaanku tentang dia. Suatu saat ketika aku memandang-mandang fotonya….anakku berteriak

 “ Ayah !ayah!”………

”Bukan sayang, ini teman mamah..”

“ini ayah, kook…” Hehee..aku tersenyum.tak ada gunanya berdebat dengan anak kecil yaa….

 

Bagiku sendiri, dia dan suamiku tidak mungkin sama…….syifa teralu kecil untuk bisa menilai, atau justru karena terlalu kecil penilaiannya menjadi lebih jujur dari aku…?

Tak penting apakah dia sama atau tidak.Kalaupun dia sama , toh akupun menyayanginya dengan arti yang berbeda…..kalaupun dia berbeda,namun aku menyimpannya didalam hati yang sama…..

 

(jadi gimana nih, kok kebalik-balik??)

Satiena……jiwa yang Tak Terganti….

Posted On Februari 11, 2009

Disimpan dalam Tentang Satiena....

Comments Dropped leave a response

 

Dulu waktu saya  masih kecil , ibu saya sering menggoda , dengan menunjuk aktris2 cantik dan hebat ditelevisi….”mau nggak mamah diganti sama mereka ? “ tanyanya..

Tentu saja  saya  menggeleng, walaupun ibu mungkin tidak secantik itu…..tapi saya  tidak bisa membayangkan memiliki ibu dengan wajah yang lain. Bagaimanapun penampilan ibu ,  saya sudah sangat bangga memiliki ia apa adanya, mana bisa diganti dengan yang lain….siapapun itu!

 

Saat saya beranjak dewasa, ibu adalah salah satu sahabat saya. Saya  selalu merasa nyaman bersama dengan dia , dia tahu banyak hal tentang cinta dan cita-cita saya. Tak ada kesulitan yang tidak bisa ditertawakan selama dilewati bersama ibu , dan kebahagiaanpun tidak lengkap tanpa dinikmati  bersamanya.

Sampai saat itu , tidak pernah terlintas dalam pikiran , bagaimana seandainya saya hidup tanpa ibu?

 

Saat pertama ibu divonis dengan kanker yang gawat, saya menangis seharian ….meskipun saat itu saya belum cukup mengerti kesakitan macam apa yang harus dihadapi ibu dimasa depan. Pada kenyataannya selama lima tahun  setelah itu, ibu terlihat sehat-sehat saja. Cukup bagi saya  untuk membohongi diri bahwa saya  tidak akan kehilangan ia, dan penyakit itu tidak akan membuat ia pergi….

 

Tapi ternyata saya  terlalu naif, ditahun keenam kesehatan ibu memburuk dengan cepat. Dalam beberapa bulan saja , saya hampir tidak bisa mengenali ibu…dia menjadi sangat kurus dan kesakitan setiap hari, bahkan akhirnya mengenali sayapun ibu tak mampu….

 

Pada saat-saat itu saya  sering memandangi ibu dengan hati yang hancur , saya tahu ibu  masih ada tapi terkurung dalam raganya yang  semakin tak berfungsi. Jiwa ibu masih penuh dengan keinginan untuk hidup , tapi tubuhnya semakin hari semakin tipis harapan untuk terus menampung jiwa itu .

 

Masa-masa itulah, diantara semua doa saya  untuk  kesehatan ibu….kadangkala saya  berpikir untuk meminta tubuh yang lain buat ibu. Saya  bisa membiasakan diri dengan wajah yang tidak sama, cantik atau tidak tak apa asal kan bisa menampung jiwa ibuku…..

Saat-saat itulah saya  sadari , yang sangat berarti bagi saya  dari ibu bukanlah raga yang selalu memeluk saya , wajah yang selalu memandang saya……tapi jiwanyalah  yang menghangatkan  saya seperti sinar matahari…….jiwanyalah yang menyayangi saya sesejuk embun pagi……..jiwanyalah yang bagi saya , sungguh tak terganti……

 

 

(Teriring do’a untuk ibu disisi-Nya , ibu aku rindu….)

Halaman Berikutnya »